Minggu, 06 Mei 2012

Urban Explorer (2011) : Psikopat Labirin Bawah Tanah Berlin



Title: Urban Explorer
Year : 2011
Genre:
Horror/Thriller
Duration: 1 hr 32 mins
Directed by:
Andy Fetscher
Written by:
Martin Thau
Starring:
Nathalie Kelley, Nick Eversman, Klaus Stiglmeier, Max Riemelt    
Fright Rate : ** (2/5)

Urban Explorer (2011) : Psikopat Labirin Bawah Tanah Berlin


Sisa-sisa sepak terjang dan misteri tentang Nazi memang menjadi tema yang tetap menarik untuk diangkat hingga saat ini. Mulai dari proses holocaust hingga rumor tentang berbagai eksperimen gagal yang kerap dilakukan oleh dokter-dokter gila Nazi serasa tak ada habisnya untuk diangkat menjadi suatu film yang menarik oleh para sineas dunia. Terbukti dengan munculnya film bertajuk Urban Explorer yang masih mengangkat tema tentang peninggalan Nazi di lorong-lorong/terowongan bawah tanah Berlin. Lorong-lorong/terowongan bawah tanah ini bagai sebuah labirin bertingkat yang maha rumit di bawah hiruk pikuk Berlin dan jaman dahulu kala dipergunakan oleh Nazi untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti misalnya menyiksa para tawanan perangnya, membuat berbagai eksperimen aneh, hingga menyusun strategi perang. Saat ini, terowongan/lorong-lorong tersebut malah dijadikan obyek wisata bawah tanah karena masih banyak menyimpan jejak kekejaman Perang Dunia II. Dari sinilah mungkin sineas asal Jerman bernama Andy Fetscher dan  penulis skenario Martin Thau tertarik untuk mengeksplorasi misteri tentang lorong-lorong tersebut dengan membuat Urban Explorer.


Ceritanya dimulai saat 4 orang remaja yang tertarik untuk berwisata menyusuri lorong-lorong bawah tanah Berlin menyewa seorang tour guide untuk melakukan hal tersebut. Setelah puas menyusuri lorong-lorong bak labirin bawah tanah tersebut, dalam perjalanan pulang, sang tour guide kena sial karena dia harus jatuh dari tempat yang cukup tinggi akibat kaget terkena cahaya flashlight dari kamera seorang turis yang dipandunya. Sang tour guide menderita cedera yang sangat parah dan akhirnya para pelancong remaja (yang pakemnya di film horror manapun selalu digambarkan panik dan tak siap jika keadaan darurat datang tanpa permisi) memutuskan untuk mencari bantuan. 2 orang mencoba keluar dari lorong bawah tanah tersebut, sementara sisanya menjaga sang tour guide. Dalam penantian untuk memperoleh bantuan, sekonyong-konyong muncullah seorang pria bernama Armin (Klaus Stiglmeier) menawarkan bantuan untuk mengobati dan pindah ke tempat yang lebih aman dan nyaman sembari menunggu bantuan datang. Bagai kerbau yang dicocok hidungnya, 2 remaja yang menjaga sang tour guide akhirnya menurut saja dan ikut ke tempat dimana Armin tinggal. Namun, keputusan untuk ikut dengan Armin ini nantinya adalah keputusan yang akan disesali oleh para remaja pelancong ini hingga akhir hayat mereka.


Satu hal yang patut saya acungi jempol adalah tentang karakter Armin, sang antagonis yang diperankan oleh Klaus Stiglmeier. Saya suka dengan aktingnya sebagai psikopat yang nampak sangat haus darah dan lumayan lihai serta cekatan dalam bertindak. Latar belakang kehidupan Armin memang tak terlalu banyak diekplorasi oleh Andy Fetscher karena mungkin memang Fetscher lebih ingin menyoroti tentang kelamnya kehidupan di bawah tanah Berlin. Disini dikatakan bahwa Armin hanyalah bekas penjaga perbatasan Berlin Timur dan Barat saat perang dingin masih berlangsung dulu. Porsi besar untuk cerita dan adegan bagi sang antagonis juga diberikan oleh Andy Fetscher. Cuma sayangnya, ada beberapa scene di film ini yang kadang nampak nggak masuk akal dan cenderung mengada-ada. Ide cerita film ini sendiri tak terlalu original menurut pendapat saya, karena sudah banyak yang mengangkat tema tentang psikopat, claustrophobia (phobia tempat sempit), dan nyctophobia (phobia tempat gelap).  Demikian juga plotnya yang kelewat sederhana dan kurang berkembang serta cukup banyak lubang di dalamnya, semakin membuat jalan ceritanya jadi hambar dan dangkal.


Secara umum, yang dijual di Urban Explorer adalah murni adegan kejar-kejaran dan usaha penyelamatan diri sang protagonist dari terkaman si antagonis. Jadi jangan terlalu banyak berharap mendapatkan cerita yang bagus dan menarik di film ini karena Andy Fetscher memang tak ingin membuat penontonnya terlalu rumit memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Hal lain yang dijual adalah nama Nathalie Kelley yang sebelumnya sudah terkenal sebagai cewek drifter di Fast and Furious:Tokyo Drift.  Selain itu, sinematografi yang lumayan bernuansa creepy dan sedikit adegan gory juga masih membuat film ini masih layak untuk ditonton, Andy Fetscher nampak sangat total dalam menangani Urban Explorer karena selain sebagai sutradara, dia juga turut menangani sinematografi dan editing film ini. Kesimpulannya, saya lumayan terhibur dengan Urban Explorer, minus plotnya yang sangat dangkal dan hambar.
 
      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar